Tag: Honda Team Asia

  • Nasib Veda Pratama Kena Long Lap Penalty Jelang Race Day Moto3 Hungaria

    Nasib Veda Pratama Kena Long Lap Penalty Jelang Race Day Moto3 Hungaria

    BALATON, SKORAKHIR.COM – Kabar kurang menguntungkan menimpa pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, menjelang balapan utama (Race) Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026). Pihak FIM Stewards secara resmi menjatuhkan hukuman Long Lap Penalty (LLP) kepada penunggang motor Honda Team Asia tersebut menyusul insiden pelanggaran regulasi pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) hari Sabtu kemarin.

    Sanksi disiplin ini dipastikan akan menambah beban Veda yang sejatinya sudah berhasil mengamankan posisi start yang cukup strategis di baris ketiga (P9) untuk balapan utama sore ini.

    Kronologi Insiden Melaju Lambat di Tikungan 5

    Berdasarkan laporan resmi dari Panel Stewards FIM, Veda Ega Pratama dinilai bersalah karena melaju terlalu lambat (slow riding) tepat di atas racing line (jalur balap optimal). Tindakan cruising tersebut terjadi di area pengereman Tikungan 5 Sirkuit Balaton Park pada menit-menit krusial sesi Q2.

    Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya dan terbukti mengganggu ritme pembalap lain (di antaranya rombongan pembalap beraliansi KTM) yang sedang melakukan putaran cepat (flying lap). Sesuai dengan regulasi FIM Moto3 musim 2026 yang semakin ketat terhadap perilaku slow riding demi alasan keselamatan, Stewards langsung mengganjar Veda dengan hukuman wajib melewati jalur Long Lap pada balapan hari Minggu.

    Beban Ganda dan Ujian Mental ‘The Rocket Boy’

    Hukuman Long Lap Penalty ini ibarat pil pahit bagi Veda. Memulai balapan dari P9 sejatinya memberikan peluang emas baginya untuk langsung menempel rombongan depan sejak lap pertama. Namun, dengan adanya kewajiban menjalani LLP—yang biasanya memakan waktu ekstra sekitar 2 hingga 3 detik—Veda dipastikan akan terlempar ke barisan tengah atau belakang pada paruh awal balapan.

    Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, dituntut untuk segera merombak strategi. Veda tidak lagi bisa membalap dengan ritme konservatif. Ia harus tampil agresif (mode menekan penuh) sejak lampu start padam untuk menciptakan jarak aman sebelum masuk ke jalur penalti, atau harus siap bertarung habis-habisan membelah rombongan (traffic) setelah keluar dari Long Lap.

    Menguji Keampuhan Taktik Late Braking

    Situasi tertinggal akibat penalti ini akan menjadi panggung ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan ketangguhan fisik Veda. Sebagai pembalap yang dijuluki master late braking (pengereman telat), Veda harus mengeksploitasi seluruh kemampuannya di area tikungan teknis Balaton Park demi menebus waktu yang terbuang.

    Meski peluang untuk meraih podium kini menjadi jauh lebih sulit dan terjal, balapan di kelas Moto3 selalu menjanjikan drama yang tak terduga. Jika Veda mampu menjaga manajemen ban dan terhindar dari insiden selepas menjalani hukuman, peluang untuk mencuri poin krusial di Hungaria tetap terbuka lebar.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

  • Perjalanan Karier Veda Ega Pratama: Harapan Baru Indonesia Menuju MotoGP

    Perjalanan Karier Veda Ega Pratama: Harapan Baru Indonesia Menuju MotoGP

    JAKARTA, SKORAKHIR.COM – Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menancapkan namanya bukan hanya sebagai penantang gelar terkuat di ajang kejuaraan dunia Moto3 musim 2026, tetapi juga sebagai mercusuar harapan baru bagi Indonesia untuk menembus kelas premier MotoGP.

    Lahir dan besar di Gunungkidul, Yogyakarta, penunggang motor Honda Team Asia ini telah melalui perjalanan karier yang sistematis dan berjenjang—mulai dari dominasi di Asia Talent Cup hingga menembus panggung elite Eropa.

    Artikel pilar ini membedah secara mendalam rekam jejak, evolusi gaya balap, deretan pencapaian historis, hingga mengapa pembalap berjuluk The Rocket Boy tersebut diyakini menjadi asa terbesar Nusantara menuju kasta tertinggi balap motor dunia.

    Akar Balap dan Ekosistem Pembibitan AHRT

    Darah balap mengalir deras di nadi Veda Ega Pratama. Ia adalah putra dari Sudarmono, mantan pembalap nasional yang sangat disegani di lintasan domestik. Sejak usia dini, Veda telah ditempa dengan disiplin militer khas pembalap. Ia tidak hanya diajarkan cara memuntir tuas gas, tetapi juga pemahaman mekanis dasar mengenai karakter motor.

    Titik balik terpenting dalam karier Veda adalah ketika ia direkrut ke dalam program pembibitan Astra Honda Racing Team (AHRT). Di bawah naungan pabrikan sayap tunggal tersebut, Veda mendapatkan akses pelatihan kelas dunia. Mulai dari pelatih fisik atlet, simulator balap modern, hingga pengenalan analisis telemetri sejak usia belia. Fondasi inilah yang membentuk Veda menjadi pembalap yang mengandalkan data dan insting secara seimbang.

    Dominasi Absolut di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC)

    Nama Veda Ega mulai menjadi sorotan radar pencari bakat internasional setelah ia mendominasi ajang Idemitsu Asia Talent Cup 2023. Jika balapan motor one-make race (motor seragam) biasanya dimenangkan dengan selisih sepersekian detik, Veda kerap kali mematahkan logika tersebut dengan menciptakan jarak (gap) kemenangan yang masif di depan lawan-lawannya.

    Ia berhasil mengunci gelar Juara Umum IATC 2023 dengan rentetan rekor kemenangan sensasional. Pencapaian ini menjadi validasi awal bahwa level Veda sudah melampaui batas kompetisi di kawasan Asia dan siap diuji di kawah candradimuka Eropa.

    Kawah Candradimuka Red Bull MotoGP Rookies Cup

    Selepas menguasai Asia, Veda terpilih untuk berkompetisi di ajang paling bergengsi bagi pembalap muda, yakni Red Bull MotoGP Rookies Cup. Mengendarai motor KTM RC 250 R, Veda harus beradaptasi cepat melawan talenta-talenta terbaik dari Eropa, Amerika, dan Australia.

    Puncak keemasannya di ajang ini terjadi pada musim 2025. Veda sukses mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang mengunci posisi Runner-up (Juara 2) di klasemen akhir. Salah satu penampilan paling ikonisnya adalah saat ia mencatatkan double victory (sapu bersih dua kemenangan) di Sirkuit Mugello, Italia. Pengalaman bertarung di sirkuit legendaris Eropa seperti Jerez, Le Mans, dan Mugello sangat mematangkan mentalitas bertarungnya.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Lompatan ke Moto3 2026: Sensasi Rookie dan Podium Brasil

    Musim 2026 menjadi tahun pembuktian terbesar bagi Veda. Promosi ke kelas Moto3 World Championship di bawah bendera Honda Team Asia asuhan legenda Hiroshi Aoyama, Veda tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan keliaran motor Honda NSF250RW.

    Sensasi terbesarnya sebagai seorang rookie (pendatang baru) meledak pada seri Grand Prix Brasil, di mana ia sukses merebut podium perdananya di kejuaraan dunia. Keberhasilan menembus tiga besar di tengah kepungan motor-motor beraliansi KTM membuktikan bahwa Veda memiliki raw speed (kecepatan murni) dan racecraft (kecerdasan balap) yang berada di atas rata-rata pembalap debutan lainnya.

    Analisis Gaya Balap: ‘Late Braking’ dan Taktik ‘Slipstream’

    Keistimewaan Veda di lintasan bukan hanya soal seberapa berani ia memacu motor, melainkan seberapa presisi ia menghentikannya. The Rocket Boy dikenal luas di paddock Moto3 sebagai master late braking. Ia mampu menunda titik pengereman beberapa meter lebih dalam dibanding para rivalnya sebelum menekuk motor masuk ke tikungan.

    Selain itu, karena motor Honda seringkali mengalami defisit top speed di lintasan lurus, Veda mengeksploitasi teknik slipstream (mencuri angin) dengan sangat cerdas. Ia jarang mau memimpin rombongan sendirian di paruh pertama balapan; ia lebih memilih mengintai di posisi 3 hingga 5 untuk menghemat usia ban, lalu melancarkan serangan mematikan di lima putaran terakhir (tire management).

    Rivalitas Klasik “Derby Nusantara”

    Satu narasi yang selalu mewarnai perjalanan karier Veda adalah rivalitas sehatnya dengan pembalap masa depan Malaysia, Hakim Danish. Persaingan yang dijuluki “Derby Nusantara” ini telah berlangsung sejak era Asia Talent Cup dan berlanjut panas hingga ke panggung Moto3. Duel adu taktik antara Veda (Honda) dan Danish (KTM) selalu menjadi magnet utama yang menyedot perhatian jutaan penggemar motorsport di kawasan Asia Tenggara.

    Harapan Baru: Meretas Jalan Menuju Kelas Premier MotoGP

    Bagi lebih dari 270 juta rakyat Indonesia, Veda Ega Pratama bukan sekadar pembalap muda berbakat; ia adalah manifestasi dari mimpi panjang bangsa ini untuk melihat putra daerah memacu motor prototipe di kelas premier MotoGP.

    Di masa lalu, beberapa pembalap nasional sukses menembus kompetisi dunia, namun kerap terkendala oleh adaptasi, masalah sponsor, atau inkonsistensi. Veda menawarkan profil yang jauh lebih komplet. Dengan dukungan sistematis yang kuat, rekam jejak juara di setiap jenjang, kemampuan analitis terhadap telemetri, dan ketangguhan mental untuk bangkit dari tekanan, transisi Veda menuju kelas Moto2 dan pada akhirnya MotoGP kini terlihat lebih dari sekadar angan-angan. Veda Ega Pratama adalah harapan baru yang paling realistis untuk memecahkan rekor historis dan mengibarkan Merah Putih di kasta tertinggi balap motor dunia.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

  • Analisis Peluang Podium Veda Pratama dari Baris Ketiga Moto3 Hungaria

    Analisis Peluang Podium Veda Pratama dari Baris Ketiga Moto3 Hungaria

    BALATON, SKORAKHIR.COM – Pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, diyakini memiliki peluang yang sangat realistis untuk merebut podium pada balapan utama Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026). Memulai perlombaan dari posisi start kesembilan (P9), penunggang motor Honda Team Asia ini telah menyiapkan taktik khusus untuk merusak dominasi barisan depan yang saat ini dikuasai oleh armada pabrikan KTM.

    Keberhasilan Veda mengunci posisi di baris ketiga (third row) pada sesi kualifikasi Q2 dengan catatan waktu 1 menit 46,845 detik menjadi modal krusial. Dalam kelas Moto3 yang sangat kompetitif, start dari P9 sering kali memberikan keuntungan taktis yang lebih baik dibandingkan berada di baris tengah atau belakang.

    Keuntungan Taktis Start dari P9

    Sirkuit Balaton Park memiliki karakteristik tikungan pertama (Turn 1) yang cukup sempit. Memulai balapan dari 10 besar akan menghindarkan Veda dari risiko terjebak dalam “pusaran” kecelakaan karambol yang kerap terjadi akibat agresivitas pembalap di lap-lap awal.

    Selain itu, posisi P9 menempatkan The Rocket Boy tepat di belakang rombongan pemimpin balapan seperti David Almansa dan Maximo Quiles. Ini adalah titik pantau yang sempurna bagi Veda. Ia tidak perlu membuang energi untuk memimpin balapan dan membelah angin sendirian di awal lomba, melainkan cukup menempel ketat lawan dan memanfaatkan slipstream (mencuri angin) di trek lurus.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Senjata Rahasia: Manajemen Ban dari Sesi FP2

    Salah satu faktor yang membuat peluang podium Veda semakin terang adalah data telemetri dari sesi Latihan Bebas (FP2). Saat pembalap lain sibuk memburu catatan waktu tunggal tercepat (time attack), Veda Ega Pratama menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan simulasi kecepatan balap (race pace) menggunakan ban bekas.

    Sirkuit Balaton Park yang baru masuk ke dalam kalender kejuaraan memiliki aspal yang sangat abrasif. Menjelang 5 lap terakhir balapan, mayoritas pembalap diprediksi akan mengalami penurunan daya cengkeram (grip) belakang secara drastis. Jika Veda mampu menjaga ritme dan menghemat usia bannya pada paruh pertama balapan, ia akan memiliki cengkeraman mekanis yang jauh lebih superior saat melakukan manuver penyalipan di putaran-putaran krusial penentu podium.

    Mematahkan Kepungan KTM Lewat ‘Late Braking’

    Tantangan terberat Veda untuk meraih podium besok adalah kesenjangan kecepatan puncak (top speed) antara motor Honda NSF250RW miliknya dengan deretan motor beraliansi KTM yang mendominasi 8 besar starting grid.

    Untuk menutupi kelemahan mesin di lintasan lurus, Veda dipastikan akan mengeksploitasi teknik late braking (pengereman telat) ekstrem yang menjadi ciri khas gaya balapnya. Veda sangat lihai menunda titik pengereman lebih dalam dibanding rival-rival Eropanya ketika memasuki sektor teknis yang sarat dengan chicane (tikungan ganda).

    Dengan kombinasi kesabaran manajemen ban, taktik slipstream yang efisien, dan serangan late braking mematikan di lap-lap akhir, menyodok ke posisi tiga besar dan merengkuh podium perdananya di tanah Eropa bukanlah sekadar mimpi siang bolong bagi Veda Ega Pratama.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

  • Hasil Q2 Moto3 Hungaria 2026: Veda Pratama Amankan Start Posisi 9

    Hasil Q2 Moto3 Hungaria 2026: Veda Pratama Amankan Start Posisi 9

    BALATON, SKORAKHIR.COM – Pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi start kesembilan (P9) pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Sabtu (6/6/2026). Sementara itu, pole position berhasil direbut oleh pembalap asal Spanyol, David Almansa, yang mencatatkan waktu putaran tercepat 1 menit 45,686 detik.

    Hasil kualifikasi ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Veda untuk menatap balapan utama (Race Day) hari Minggu besok. Memulai balapan dari baris ketiga (third row) memberinya peluang besar untuk langsung merangsek ke barisan depan dan menghindari risiko kecelakaan karambol di tikungan pertama.

    Strategi Cerdas Veda di Tengah Kepungan KTM

    Sesi Q2 di Balaton Park berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi. Sejak menit awal, barisan pembalap bermesin KTM langsung mendominasi papan waktu. Namun, Veda Ega Pratama yang membela tim Honda Team Asia tidak gentar. Ia tampil tenang dan secara bertahap mempertajam catatan waktunya.

    Pada putaran terbaiknya, Veda menorehkan waktu 1 menit 46,845 detik, terpaut +1,159 detik dari peraih pole position. Catatan waktu ini cukup untuk mengunci posisi ke-9. Lebih membanggakannya lagi, Veda menjadi pembalap bermesin Honda tercepat kedua di sesi ini, hanya kalah dari Jesus Rios (Rivacold Snipers) yang berada di P5. Veda sukses mengungguli pembalap Honda sarat pengalaman lainnya seperti Joel Kelso (P10).

    Keberhasilan menembus baris ketiga ini membuktikan bahwa adaptasi Veda di sirkuit baru seperti Balaton Park berjalan sangat progresif, terutama setelah ia melakukan simulasi race pace dengan ban bekas pada sesi Practice sebelumnya.

    Dominasi Mutlak Barisan Depan Milik KTM

    Sementara Veda berjuang keras mengamankan posisi 10 besar, pertarungan perebutan pole position mutlak menjadi milik armada KTM. David Almansa dari tim LM-D Intact GP tampil tanpa cela, mematahkan limit lintasan dengan waktu 1:45.686.

    Posisi kedua diamankan oleh Maximo Quiles (CFMOTO Aspar) yang hanya berselisih sangat tipis +0,064 detik dari Almansa. Melengkapi baris terdepan, ada nama Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) di posisi ketiga dengan catatan waktu 1:46.323.

    Kesenjangan waktu yang cukup jauh (hampir 0,6 detik) antara pembalap di posisi kedua dan ketiga menunjukkan betapa superiornya pace Almansa dan Quiles pada kualifikasi sore ini.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Rekap Top 10 Hasil Q2 Moto3 Hungaria 2026

    Berikut adalah daftar 10 pembalap tercepat hasil Kualifikasi (Q2) Moto3 Hungaria di Sirkuit Balaton Park:

    Pos No Rider Team Bike Best Lap Gap
    1 22 David Almansa LM-D Intact GP KTM 1:45.686 0.000
    2 28 Maximo Quiles CFMOTO Aspar KTM 1:45.750 +0.064
    3 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo KTM 1:46.323 +0.637
    4 73 Valentin Perrone Red Bull KTM Tech3 KTM 1:46.371 +0.685
    5 54 Jesus Rios Rivacold Snipers HONDA 1:46.410 +0.724
    6 21 Rico Salmela Red Bull KTM Tech3 KTM 1:46.475 +0.789
    7 97 Marco Morelli CFMOTO Aspar KTM 1:46.541 +0.855
    8 85 Adrian Cruces CIP Green Power KTM 1:46.617 +0.931
    9 9 Veda Pratama Honda Team Asia HONDA 1:46.845 +1.159
    10 66 Joel Kelso GRYD – Mlav Racing HONDA 1:46.862 +1.176

    Dengan posisi start dari baris ketiga (P9), Veda Ega Pratama memiliki peluang emas untuk melakukan manuver late braking andalannya di lap-lap awal. Mampukah The Rocket Boy menembus dominasi KTM dan merengkuh poin maksimal besok? Mari kita saksikan aksi balapan utamanya!

     

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

     

  • Prediksi Race Moto3 Hungaria: Veda Pratama Siap Curi Poin Penting

    Prediksi Race Moto3 Hungaria: Veda Pratama Siap Curi Poin Penting

    BALATON, SKORAKHIR.COM – Balapan utama (Race) kelas Moto3 Grand Prix Hungaria 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Balaton Park pada Minggu (7/6/2026) diprediksi akan berjalan sangat brutal dan penuh kejutan. Pembalap masa depan Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap tampil habis-habisan untuk merangsek ke barisan depan dan memanen poin krusial demi menjaga posisinya di klasemen kejuaraan dunia.

    Berbekal evaluasi data telemetri dari sesi Latihan Bebas (FP2) hingga kesuksesannya menembus Kualifikasi 2 (Q2), The Rocket Boy diyakini telah mengantongi strategi khusus untuk mengatasi lintasan baru di kawasan Eropa Tengah ini.

    Modal Simulasi Race Pace dari Sesi FP2

    Hasil akhir di posisi ke-20 pada sesi FP2 dengan catatan waktu 1:47.019 sejatinya tidak mencerminkan potensi maksimal Veda Ega Pratama. Data kronologis menunjukkan bahwa Veda dan tim mekanik Honda Team Asia lebih banyak menghabiskan waktu di lintasan untuk melakukan simulasi kecepatan balap (race pace) menggunakan ban belakang bertipe medium yang sudah terpakai (used tire).

    Simulasi ini sangat krusial mengingat Balaton Park adalah sirkuit dengan karakter aspal yang sangat abrasif terhadap ban. Jika Veda mampu menjaga manajemen ban dengan baik di 10 putaran pertama, ia akan memiliki cengkeraman (grip) yang lebih superior di lap-lap akhir dibandingkan pembalap lawan yang terlalu bernafsu di awal lomba.

    Taktik Late Braking dan Duel Barisan Tengah

    Menghadapi rombongan pembalap buas yang dipimpin oleh sang pemegang waktu tercepat, Maximo Quiles, Veda diprediksi akan memainkan taktik mengintai. Kekurangan top speed motor Honda NSF250RW di trek lurus akan dikompensasi Veda melalui manuver pengereman telat (late braking) yang sangat presisi di area sektor ketiga yang sarat dengan tikungan patah.

    Pertarungan “Derby Nusantara” melawan rival serumpun asal Malaysia, Hakim Danish, diprediksi akan kembali terulang jika keduanya terjebak di rombongan (group) yang sama. Ketenangan Veda dalam memanfaatkan angin dari slipstream lawan akan menjadi kunci utamanya untuk terus bertahan di zona poin.

    Secara matematis dan teknis, jika Veda terhindar dari kecelakaan (crash) karambol di tikungan pertama yang kerap terjadi di kelas Moto3, finis di jajaran 10 besar hingga posisi 8 adalah target yang sangat realistis untuk dicapai pada balapan hari Minggu ini.

  • Hasil FP2 Moto3 Hungaria 2026: Quiles Tercepat, Veda Pratama P20

    Hasil FP2 Moto3 Hungaria 2026: Quiles Tercepat, Veda Pratama P20

    BALATON, SKORAKHIR.COM – Sesi Free Practice 2 (FP2) kelas Moto3 Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park telah rampung digelar pada Sabtu (6/6/2026). Pembalap andalan CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles, sukses mencatatkan waktu tercepat dengan torehan 1 menit 45,148 detik. Sementara itu, pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas menempati posisi ke-20 dengan catatan waktu 1 menit 47,019 detik.

    Hasil sesi latihan bebas kedua ini menjadi indikator penting bagi para pembalap dan tim mekanik untuk mematangkan setup motor (pengaturan suspensi dan gearbox) sebelum memasuki sesi penentuan kualifikasi (Q1/Q2) pada sore harinya.

    Dominasi Maximo Quiles Cetak Lap Sensasional

    Performa Maximo Quiles pada sesi FP2 ini benar-benar tidak tersentuh oleh para rivalnya. Memacu motor bermesin KTM, pembalap muda asal Spanyol tersebut mampu mencetak putaran yang sangat clean dan agresif.

    Catatan waktu 1:45.148 yang diraih Quiles menciptakan jarak (gap) waktu yang sangat masif, hampir berselisih 1,7 detik lebih cepat dari barisan pembalap di posisi belasan. Kecepatan puncaknya di trek lurus Balaton Park serta keberaniannya melakukan pengereman telat di sektor terakhir menjadi kunci utama dominasi absolut Quiles pada sesi pemanasan ini.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Evaluasi Veda Pratama dan ‘Derby Nusantara’ di Barisan Tengah

    Bagi Veda Ega Pratama, hasil di posisi ke-20 (P20) pada sesi FP2 ini menunjukkan bahwa tim Honda Team Asia masih berjuang keras mencari grip (daya cengkeram) optimal pada ban belakang motor Honda NSF250RW miliknya.

    Kendati hanya berada di urutan ke-20, Veda yang menorehkan waktu 1:47.019 masih tampil lebih solid dibandingkan beberapa nama besar lainnya. Ia berhasil mengungguli Scott Ogden (P21) dan memenangkan duel gengsi sesama pembalap Asia Tenggara melawan Hakim Danish. Pembalap andalan Malaysia yang menunggangi motor KTM tersebut harus puas berada di P22 dengan catatan waktu 1:47.132, terpaut sekitar 0,113 detik di belakang Veda.

    Sesi FP2 sering kali digunakan oleh para pembalap, termasuk Veda, untuk melakukan simulasi kecepatan balap (race pace) menggunakan ban bekas (used tires) ketimbang memburu flying lap dengan ban baru. Fokus utama The Rocket Boy saat ini adalah menjaga ritme agar siap bertarung habis-habisan di sesi Kualifikasi sore nanti.

    Rekap Papan Bawah Hasil FP2 Moto3 Hungaria 2026

    Berikut adalah cuplikan data klasemen catatan waktu pembalap pada sesi FP2 Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park:
    Sumber: Spotv

    Patut dinantikan apakah Veda Ega Pratama mampu memperbaiki setup motornya dan mempertajam catatan waktu untuk mengamankan posisi start yang ideal pada babak Kualifikasi Moto3 Hungaria sore ini.