Tag: Mugello2026

  • Analisis Ramadhipa di Mugello: Crash yang Buktikan Mental Juara

    Analisis Ramadhipa di Mugello: Crash yang Buktikan Mental Juara

    SKORAKHIR.COM, MUGELLO – Di atas kertas hasil balap, torehan Did Not Finish (DNF) akibat kecelakaan (crash) adalah sebuah bencana bagi seorang pembalap. Namun, dalam konteks perkembangan karier balap internasional, kegagalan tragis Kiandra Ramadhipa pada Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (31/5/2026), justru mengirimkan sinyal keras kepada para pencari bakat di Eropa: Indonesia kini memiliki pemuda dengan mentalitas tarung kelas dunia.

    Ramadhipa terjatuh di lap terakhir saat tengah bertarung ketat berebut posisi podium di tikungan teknis Mugello. Bagi sebagian orang, ia dinilai kurang sabar atau melakukan kesalahan taktis.

    Namun, dari sudut pandang analisis balap motor profesional, keputusan Ramadhipa untuk melakukan push to the limit di tikungan terakhir membuktikan perbedaan mencolok antara pembalap medioker yang sekadar mengincar poin aman, dan calon juara dunia yang berani mempertaruhkan segalanya demi kemenangan.

    Menolak Bermain Aman di Baris Kelima

    Sebelum petaka di lap terakhir terjadi, Ramadhipa sebenarnya berada di posisi ke-5 yang relatif aman. Di kelas pembibitan motor KTM RC 250 R yang seragam, finis di posisi kelima di sirkuit kejam seperti Mugello sebenarnya sudah menjadi pencapaian luar biasa yang akan memberikan tambahan 11 poin berharga untuk klasemen sementara.

    Namun, pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) asal Sleman, Yogyakarta ini menolak untuk sekadar membawa pulang poin aman. Ia melihat celah, ia merasakan momentum, dan ia memilih untuk melakukan late braking ekstrem demi menembus barisan podium pertama kalinya musim ini.

    Keberanian mengambil risiko tinggi (high-risk, high-reward) di saat-saat kritis seperti lap terakhir adalah atribut langka yang sangat dihargai oleh tim-tim besar di kelas premier MotoGP. Para legenda seperti Marc Marquez atau Valentino Rossi besar karena keputusan-keputusan berani seperti ini.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Kebangkitan Brutal: Racecraft yang Menakjubkan

    Selain mentalitas lap terakhir, jalannya balapan Race 2 juga memperlihatkan racecraft (kemampuan membaca balapan) luar biasa dari Ramadhipa. Start dari grid ke-4, ia sempat melorot ke posisi ke-8, lalu melakukan comeback sensasional ke posisi kedua (P2), sebelum akhirnya terkena kepungan brutal pembalap Eropa hingga terdampar ke posisi ke-14 pada sisa 4 putaran.

    Di titik inilah kedewasaan balap Ramadhipa diuji. Alih-alih frustrasi atau kehilangan fokus, ia justru menunjukkan ketenangan luar biasa.

    Dalam sisa waktu yang sangat sempit, ia melewati pembalap di depannya satu per satu menggunakan kombinasi manajemen ban yang matang dan kecerdikannya memanfaatkan slipstream di trek lurus Mugello sepanjang 1,1 km. Merangsek kembali dari posisi ke-14 hingga ke posisi ke-5 dalam hitungan dua putaran adalah bukti sahih bahwa Ramadhipa memiliki kecepatan dasar (raw speed) yang setara dengan para pembalap papan atas Eropa.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Bagian dari Proses Pendewasaan di Eropa

    Sejarah mencatat bahwa kegagalan adalah guru terbaik di lintasan balap. Crash di Mugello ini memberikan pelajaran tak ternilai bagi Ramadhipa tentang bagaimana mengukur batas cengkeraman ban depan di bawah tekanan duel roda-ke-roda (wheel-to-wheel) pada kecepatan di atas 200 km/jam.

    Rasa sakit kehilangan podium secara tragis ini justru akan mematangkan insting tarungnya di seri-seri berikutnya. Dengan koleksi 56 poin di klasemen sementara, Ramadhipa masih berada di jalur yang sangat strategis untuk bersaing di papan atas.

    Bagi publik tanah air, kecelakaan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan babak pembuka yang sangat menjanjikan dari lahirnya seorang ikon baru motorsport Indonesia di kancah dunia. Keep pushing, Ramadhipa!

  • Peluang Podium Kiandra Ramadhipa Sirna Usai Crash di Race 2 Red Bull Rookies Cup 2026

    Peluang Podium Kiandra Ramadhipa Sirna Usai Crash di Race 2 Red Bull Rookies Cup 2026

    SKORAKHIR.COM, MUGELLO – Kesempatan emas untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Sirkuit Mugello, Italia, harus menguap secara tragis. Pembalap muda bertalenta asal Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mengalami nasib ngenes setelah terlibat dalam insiden crash di lap terakhir pada Race 2 (seri ke-6) Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Minggu (31/5/2026) siang waktu setempat.

    Hasil Did Not Finish (DNF) ini terasa sangat menyakitkan. Pasalnya, pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) tersebut sepanjang balapan tampil luar biasa kompetitif dan sempat menguasai barisan depan demi memperebutkan podium juara.

    Drama Sebelum Start: Masalah Teknis dan Pemangkasan Lap

    Tanda-tanda balapan akan berjalan ketat dan penuh drama sudah tercium bahkan sebelum lampu start padam. Sesaat sebelum balapan dimulai, motor milik pembalap asal Belanda, Jurrien Van Crugten, tiba-tiba mengalami masalah teknis dan mogok di grid start.

    Situasi darurat ini memaksa Race Director menunda jalannya balapan selama sekitar 20 menit demi mengevakuasi motor Van Crugten ke jalur pit lane. Akibat penundaan tersebut, jumlah putaran balapan dipangkas dari yang seharusnya 14 putaran menjadi hanya 12 putaran saja.

    Berbeda dengan jalannya Race 1 hari Sabtu di mana Ramadhipa terkena penalti posisi start ke-16, pada Race 2 kali ini pembalap kelahiran Sleman, Yogyakarta, tersebut mendapatkan keuntungan besar untuk memulai balapan dari posisi aslinya, yaitu grid ke-4 (P4).

    Jalannya Balapan: Rollercoaster Taktis Ramadhipa

    Saat lampu start padam, Ramadhipa melakukan start yang kurang mulus. Ia sempat merosot empat peringkat dan tertahan di posisi ke-8, tepat di belakang pembalap Jerman, Fynn Kratochwil. Namun, dengan jarak antarpembalap yang sangat rapat khas kelas pembibitan KTM RC 250 R, peluang Ramadhipa untuk merangsek ke depan sama sekali tidak tertutup.

    Memasuki paruh tengah balapan, Ramadhipa mulai menunjukkan pace berkendara yang solid. Menggunakan manajemen ban yang ulung dan kecerdikannya memanfaatkan slipstream di trek lurus lurus Mugello sepanjang 1,1 km, ia perlahan melewati pembalap di depannya satu per satu.

    Puncaknya, saat balapan menyisakan 7 putaran, Ramadhipa secara spektakuler berhasil menyodok dan mengakuisisi posisi kedua (P2). Ia terlibat duel sengit memperebutkan pimpinan balapan dengan pembalap barisan depan Eropa.

    Namun, ketatnya rombongan lead group membuat pergeseran posisi berjalan sangat brutal. Saat balapan menyisakan 5 putaran, Fynn Kratochwil mengambil alih posisi terdepan. Ramadhipa yang terkena kepungan manuver agresif pembalap lain terdorong ke belakang hingga sempat terdampar di posisi ke-14 pada sisa 4 putaran.

    <p>[AFFILIATE name=”Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap ” price=”Rp 169.250.” url=”https://s.shopee.co.id/4AwuiEn8XB?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98q-lzzuhoc18cgw37@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Petaka di Putaran Terakhir

    Mentalitas pantang menyerah khas pembalap Indonesia ditunjukkan oleh Ramadhipa. Meski sempat tercecer di barisan belakang rombongan, ia terus menekan limit motornya. Memasuki sisa dua putaran, ia berhasil memperbaiki posisinya ke urutan ke-6, menempel ketat Travis Borg.

    Drama sesungguhnya pecah di lap terakhir (last lap). Ramadhipa yang sudah merangsek naik ke posisi ke-5 berjuang habis-habisan melakukan late braking ekstrem di tikungan teknis demi mengamankan podium pertamanya di Mugello musim ini.

    Sayangnya, petaka menimpa sang pembalap bernomor start 32 tersebut. Di tengah perebutan posisi yang sangat rapat dan agresif, Ramadhipa mengalami insiden crash (terjatuh) yang membuatnya tersungkur di aspal dan tidak mampu melanjutkan balapan hingga garis finis.

    Pembalap asal Jepang, Ryota Ogiwara, akhirnya keluar sebagai pemenang pertama setelah sukses melakukan aksi curi angin di garis finis, disusul oleh Fynn Kratochwil di posisi kedua, dan Guillem Planques yang melengkapi podium ketiga.

    Dampak pada Klasemen Sementara

    Akibat gagal membawa pulang poin pada Race 2 ini, posisi Ramadhipa di klasemen sementara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 tertahan dengan koleksi 56 poin (hasil dari tambahan 6 poin usai finis P10 di Race 1 kemarin).

    Selisih poinnya dengan sang pemuncak klasemen asal Spanyol, Beñat Fernandez, kini melebar menjadi 38 poin. Meski demikian, performa kompetitif yang ditunjukkan Ramadhipa sepanjang akhir pekan di Mugello membuktikan bahwa ia adalah salah satu ancaman nyata di barisan depan bagi para pembalap Eropa.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

  • Mengintai dari Baris Kelima: Analisis Gaya Balap ‘Predator’ Veda Ega Pratama Jelang Race Moto3 Mugello 2026

    Mengintai dari Baris Kelima: Analisis Gaya Balap ‘Predator’ Veda Ega Pratama Jelang Race Moto3 Mugello 2026

    SKORAKHIR.COM, MUGELLO – Memulai balapan utama Moto3 Italia 2026 dari posisi ke-13 (P13) mungkin terlihat berat bagi sebagian besar pembalap. Namun, bagi The Rocket Boy Veda Ega Pratama, baris kelima di sirkuit Mugello pada balapan hari Minggu (31/5/2026) justru bisa menjadi panggung pembuktian bagi insting predatornya yang sudah sangat diakui di paddock Eropa.

    Melihat rekam jejak progresnya yang luar biasa dari posisi buncit P22 di awal sesi Practice hingga berhasil menembus P13 pada babak kualifikasi Q2, balapan besok diprediksi akan menjadi ajang comeback yang sangat menarik untuk ditonton.

    Mengapa Veda sangat berpeluang menyodok ke barisan depan meski harus start dari grid belakang? Berikut adalah analisis gaya balap unik dan modal magis Veda di sirkuit legendaris Mugello:

    1. Master Klasemen Slipstream dan Race Management yang Sabar

    Kekuatan terbesar Veda di kelas ringan seperti Moto3 bukan sekadar raw speed (kecepatan murni), melainkan kecerdasannya dalam mengelola jalannya balapan (race management). Karakter Sirkuit Mugello memiliki lintasan lurus utama sepanjang 1,1 km yang memaksa terjadinya group battle super ketat di setiap lapnya.

    Veda dikenal sangat pintar dalam menjaga keausan ban dan selalu tampil tenang di bawah tekanan tinggi. Ia bukan tipe pembalap yang terburu-buru menghabiskan momentum atau membakar bannya di awal balapan.

    Sebaliknya, Veda memiliki insting yang sangat tajam untuk menempel ketat di belakang pembalap lain guna mendapatkan efek slipstream yang maksimal, lalu menentukan momentum time attack yang pas. Di trek lurus Mugello yang panjang, kemampuan membaca arah angin ini akan menjadi senjata utama Veda untuk memotong jarak dari P13 ke grup depan hanya dalam hitungan lap saja.

    2. Late Braking Ekstrem & Corner Attack Agresif

    Ketika balapan memasuki area teknis sektor tengah dan rangkaian tikungan sempit Mugello, di sinilah gaya balap agresif Veda akan berbicara banyak. Veda memiliki keunggulan mutlak dalam teknik late braking—yakni kemampuan menunda titik pengereman beberapa meter lebih dalam dibanding rival-rivalnya sebelum masuk ke tikungan.

    Gaya balapnya yang rapi namun berani menembus limit ini memungkinkannya melakukan aksi overtake brutal di celah sempit, namun tetap mampu menjaga stabilitas motor Honda NSF250RW miliknya saat keluar tikungan (exit corner). Kombinasi akselerasi kuat dan keberanian mengerem belakangan ini sering membuat mekanik dan pengamat internasional terpukau. Bahkan, gaya duel jarak dekatnya disebut-sebut memiliki aura rider kelas premier.

    3. Memori Manis Double Victory Mugello

    Faktor mental dan psikologis juga tidak bisa dikesampingkan. Mugello adalah sirkuit yang sangat ramah bagi pembalap muda asal Gunungkidul ini. Pada musim lalu di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda tampil sangat dominan di lintasan ini dengan menyapu bersih kemenangan (double victory).

    Karakter trek Mugello yang mengalir deras (flowing) dan cepat sangat cocok dengan feeling alami Veda. Ia tahu persis setiap jengkal racing line terbaik di sirkuit ini untuk melakukan manuver penyalipan yang bersih dan mematikan.

    Skenario Jalannya Balapan Besok

    Balapan Moto3 besok dipastikan akan langsung panas sejak lampu start padam. Pembalap terdepan seperti David Almansa (P1), Hakim Danish (P2), dan Brian Uriarte (P4) diprediksi akan mencoba langsung melepaskan diri demi menciptakan jarak aman di depan.

    Namun, skenario terbaik untuk Veda adalah melakukan start yang bersih dan agresif di tikungan pertama (San Donato) untuk langsung masuk ke jajaran top 10. Mengingat ketatnya persaingan Moto3, rombongan depan biasanya akan melambat akibat saling salip di tikungan teknis.

    Jika Veda bisa konsisten menjaga ritme di rombongan kedua pada paruh pertama balapan, modal ban yang lebih segar dan taktik slipstream di 5 lap terakhir akan menjadi senjata mematikan bagi The Rocket Boy untuk menusuk tajam ke zona podium.

    <p>[AFFILIATE name=”AHRS GLOVES – AHRS Gloves Black Hux – Touch Screen Compatible” price=”Rp 265.000.” url=”https://s.shopee.co.id/7VDMhfEWJi?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/sg-11134201-824i3-me57p42s7vnoa7.webp” platform=”Shopee”]</p>

    PREDIKSI FINIS: Dengan modal gaya balap late braking yang brutal dan kecerdasan memanfaatkan slipstream, sangat realistis bagi Veda Ega Pratama untuk finis di posisi 5 besar, atau bahkan mengulang keajaiban naik podium seperti memori manisnya tahun lalu di Mugello. Keep pushing, Rocket Boy!

  • Prediksi Moto3 Mugello 2026: Intip Senjata Rahasia Veda Ega Pratama untuk Jinakkan Barisan Depan dari P13!

    Prediksi Moto3 Mugello 2026: Intip Senjata Rahasia Veda Ega Pratama untuk Jinakkan Barisan Depan dari P13!

    MUGELLO – Memulai balapan utama Moto3 Italia 2026 dari posisi ke-13 (P13) mungkin terlihat berat bagi sebagian besar pembalap. Namun, bagi “The Rocket Boy” Veda Ega Pratama, baris kelima di sirkuit Mugello besok, Minggu (31/5/2026), justru bisa menjadi panggung pembuktian bagi insting predatornya yang sudah diakui di paddock Eropa.

    Melihat rekam jejak progresnya dari P22 di awal Practice hingga tembus P13 di Q2, balapan besok diprediksi akan menjadi ajang comeback yang sangat menarik. Mengapa Veda sangat berpeluang menyodok ke barisan depan meski start dari grid belakang? Berikut analisis gaya balap unik dan modal magis Veda di Mugello:

    Master Klasemen Slipstream dan Race Management yang Sabar

    Kekuatan terbesar Veda di kelas ringan seperti Moto3 bukan sekadar raw speed (kecepatan murni), melainkan kecerdasannya dalam mengelola balapan (race management). Karakter sirkuit Mugello memiliki lintasan lurus sepanjang 1,1 km yang memaksa terjadinya group battle super ketat.

    Veda dikenal sangat pintar menjaga keausan ban dan sangat tenang di bawah tekanan. Dia tidak terburu-buru menghabiskan momentum di awal. Veda punya insting tajam untuk menempel di belakang pembalap lain (slipstream) dan menentukan momentum time attack yang pas. Di trek lurus Mugello, kemampuan membaca angin ini akan menjadi modal utama Veda untuk memotong jarak dari P13 ke grup depan hanya dalam hitungan lap.

    <p>[AFFILIATE name=”AHRS GLOVES – AHRS Gloves Black Hux – Touch Screen Compatible” price=”Rp 265.000.” url=”https://s.shopee.co.id/7VDMhfEWJi?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/sg-11134201-824i3-me57p42s7vnoa7.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Late Braking Ekstrem & Corner Attack Agresif

    Ketika balapan memasuki area teknis dan tikungan sempit, di sinilah gaya balap agresif Veda berbicara. Veda memiliki keunggulan dalam teknik late braking—menunda titik pengereman beberapa meter lebih dalam dibanding rival-rivalnya sebelum masuk ke tikungan.

    Gaya balapnya yang rapi namun berani menembus limit memungkinkannya melakukan aksi overtake brutal di celah sempit, namun tetap menjaga stabilitas motor Honda NSF250RW miliknya saat keluar tikungan (exit corner). Kombinasi akselerasi kuat dan keberanian mengerem belakangan ini sering membuat mekanik dan pengamat internasional terpukau, bahkan gaya duel jarak dekatnya disebut-sebut memiliki aura rider kelas premier.

    Memori Manis Double Victory Mugello

    Faktor mental tidak bisa dikesampingkan. Mugello adalah sirkuit yang ramah bagi pembalap asal Gunungkidul ini. Pada musim lalu di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda tampil sangat dominan di lintasan ini dengan menyapu bersih kemenangan (double victory). Karakter trek Mugello yang mengalir deras (flowing) dan cepat sangat cocok dengan feeling alami Veda. Dia tahu persis setiap jengkal racing line terbaik di sirkuit ini untuk menyalip.

    Skenario Jalannya Balapan Besok

    Balapan Moto3 besok dipastikan akan langsung panas sejak lampu start padam. David Almansa (P1), Hakim Danish (P2), dan Brian Uriarte (P4) diprediksi akan mencoba langsung melepaskan diri di depan.

    Namun, skenario terbaik untuk Veda adalah melakukan start yang bersih dan agresif di tikungan pertama (San Donato) untuk langsung masuk ke top 10. Mengingat ketatnya Moto3, rombongan depan biasanya akan melambat akibat saling salip di tikungan teknis. Jika Veda bisa konsisten menjaga ritme di rombongan kedua pada paruh pertama balapan, modal ban yang lebih segar dan taktik slipstream di 5 lap terakhir akan menjadi senjata mematikan bagi The Rocket Boy untuk menusuk ke zona podium.

    Prediksi Finis: Dengan modal gaya balap late braking yang brutal dan kecerdasan memanfaatkan slipstream, Veda Ega Pratama sangat realistis untuk finis di posisi 5 besar, atau bahkan mengulang keajaiban naik podium seperti memori manisnya tahun lalu di Mugello. Keep pushing, Rocket Boy!

  • Dari Drama P22 ke Baris Kelima: Progres Heroik Veda Ega Pratama Amankan P13 di Kualifikasi Moto3 Mugello 2026

    Dari Drama P22 ke Baris Kelima: Progres Heroik Veda Ega Pratama Amankan P13 di Kualifikasi Moto3 Mugello 2026

    MUGELLO – Perjuangan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di Sirkuit Mugello benar-benar layaknya sebuah rollercoaster. Setelah kemarin membuat publik tanah air tegang karena sempat terceok di P22 sebelum akhirnya melakukan time attack magis di detik-detik terakhir Practice untuk lolos langsung ke Q2, hari ini “The Rocket Boy” sukses mengamankan posisi start yang realistis dan strategis untuk Race Day besok, Minggu (31/5/2026).

    Dalam sesi Kualifikasi 2 (Q2) Moto3 Italia yang baru saja usai, pembalap asal Gunungkidul ini dipastikan akan memulai balapan dari posisi ke-13 (P13) di baris kelima, setelah bertarung sengit melawan kepungan pembalap Eropa dan motor-motor KTM yang mendominasi barisan depan.

    Melanjutkan Tren Positif dari Sesi Practice

    Jika ditarik garis ke belakang, hasil P13 ini menunjukkan progres dan konsistensi yang makin matang dari Veda. Ingat, pada sesi awal Practice kemarin, Veda sempat kesulitan setengah mati dengan setup Honda NSF250RW miliknya hingga terlempar ke posisi 22. Berkat mentalitas baja, ia berhasil melesat ke P9 dengan catatan waktu 1 menit 56,305 detik demi tiket lolos otomatis ke Q2.

    Masuk ke sesi Q2 hari ini, Veda dan tim mekanik Honda Team Asia terlihat berhasil mengeksekusi hasil evaluasi dari sang manajer, Hiroshi Aoyama. Veda mampu mempertajam catatan waktunya secara signifikan dari hari kemarin. Meskipun grid Moto3 kali ini sangat rapat, berada di P13 membuktikan bahwa Veda kini punya kecepatan dasar yang stabil untuk bersaing di rombongan tengah menuju depan, sebuah peningkatan besar dibanding hasil buruknya di Catalunya seri lalu.

    Sesi kualifikasi ini sendiri akhirnya dipimpin oleh pembalap Spanyol, David Almansa (22), yang meraih pole position dengan waktu fantastis 1 menit 54.862 detik, disusul oleh pembalap Malaysia, Hakim Danish (13) di P2, dan Joel Kelso (66) di P3.

    <p>[AFFILIATE name=”AHRS GLOVES – AHRS Gloves Black Hux – Touch Screen Compatible” price=”Rp 265.000.” url=”https://s.shopee.co.id/7VDMhfEWJi?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/sg-11134201-824i3-me57p42s7vnoa7.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Modal Memori Manis Double Victory dan Strategi Slipstream

    Memulai balapan dari baris kelima (P13) jelas bukan akhir dari segalanya di Mugello. Justru, ini adalah posisi yang sangat hidup. Sirkuit Mugello terkenal dengan trek lurusnya yang mencapai 1,1 km, di mana posisi start bukanlah penentu mutlak karena faktor slipstream (mencuri angin) akan sangat masif terjadi di setiap lap.

    Apalagi, Veda punya modal mental yang sangat kuat di sirkuit ini. Musim lalu di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia sukses melakukan double victory alias sapu bersih kemenangan di Mugello. Karakter sirkuit yang cepat dan mengalir (flowing) ini sudah menyatu dengan gaya balap Veda yang rapi namun berani menembus limit.

    Besok, Veda akan start bertandem di baris yang sama dengan pembalap berpengalaman Ryusei Yamanaka (P11) dan Álvaro Carpe (P12). Jika “The Rocket Boy” bisa melakukan start yang bersih dan langsung menempel rombongan depan sejak tikungan pertama, peluang untuk merangsek ke posisi 10 besar atau bahkan zona podium bukan hal yang mustahil.

    Starting Grid Moto3 Mugello (Minggu, 31 Mei 2026)

    Berikut adalah susunan posisi start lengkap hasil Q2 untuk mengawal perjuangan Veda Ega Pratama besok:

    Pos No Pembalap Tim / Motor
    1 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    2 13 Hakim Danish Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    3 66 Joel Kelso Gryd – MLav Racing (Honda)
    4 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo (KTM)
    5 54 Jesús Ríos Rivacold Snipers Team (Honda)
    6 78 Joel Esteban LevelUp – MTA (KTM)
    7 64 David Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    8 97 Marco Morelli CFMoto Aspar Team (KTM)
    9 31 Adrián Fernández Leopard Racing (Honda)
    10 19 Scott Ogden CIP Green Power (KTM)
    11 6 Ryusei Yamanaka Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    12 83 Álvaro Carpe Red Bull KTM Ajo (KTM)
    13 9 Veda Pratama Honda Team Asia (Honda)
    14 8 Eddie O’Shea Gryd – MLav Racing (Honda)
    15 28 Máximo Quiles CFMoto Aspar Team (KTM)
    16 73 Valentín Perrone Red Bull KTM Tech3 (KTM)
    17 18 Matteo Bertelle LevelUp – MTA (KTM)
    18 14 Cormac Buchanan Code Motorsports (KTM)


    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Catatan Redaksi: Dari hampir gagal di P22 saat FP, hingga berhasil menembus Q2 dan mengamankan P13, progres Veda di Mugello membuktikan ia siap memikul beban sebagai tulang punggung tim. Mari kita tunggu aksi comeback berkelas dari The Rocket Boy besok!

  • Mulai dari P13 di Mugello, Veda Ega Pratama Siap Tempur dan Incar Poin di Moto3 Italia 2026!

    Mulai dari P13 di Mugello, Veda Ega Pratama Siap Tempur dan Incar Poin di Moto3 Italia 2026!

    MUGELLO – Babak kualifikasi kedua (Q2) Moto3 Grand Prix Italia 2026 di Sirkuit Mugello baru saja rampung. Sorotan pencinta balap tanah air tertuju pada pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Menunggangi motor bernomor start 9 milik Honda Team Asia, Veda dipastikan bakal memulai balapan utama dari posisi ke-13 (baris kelima) setelah mencatatkan performa yang solid di tengah kepungan rider-rider Eropa.

    Sesi Q2 kali ini dipimpin oleh pembalap Spanyol, David Almansa (22), yang sukses menyabet pole position dengan catatan waktu terbaik 1 menit 54.862 detik. Menyusul di posisi kedua ada pembalap muda Malaysia, Hakim Danish (13), dan Joel Kelso (66) di urutan ketiga.

    <p>[AFFILIATE name=”AHRS GLOVES – AHRS Gloves Black Hux – Touch Screen Compatible” price=”Rp 265.000.” url=”https://s.shopee.co.id/7VDMhfEWJi?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/sg-11134201-824i3-me57p42s7vnoa7.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Modal Bagus untuk Aksi Comeback di Trek Lurus Mugello

    Memulai balapan dari P13 jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Veda. Namun, sirkuit Mugello dikenal memiliki karakter unik dengan lintasan lurus (main straight) sepanjang 1,1 kilometer. Karakter trek seperti ini sangat mengandalkan strategi slipstream (mencuri angin di belakang pembalap lain).

    Bagi Veda yang punya gaya balap agresif namun kalkulatif, posisi di baris kelima ini sebenarnya sangat strategis. Jika berhasil melakukan start yang bersih dan langsung masuk ke rombongan tengah, peluang Veda untuk merangsek ke zona 10 besar atau bahkan bersaing berebut poin tertinggi sangat terbuka lebar.

    Veda akan berada di baris start yang sama dengan pembalap Jepang berpengalaman, Ryusei Yamanaka (P11), dan rookie bertalenta Álvaro Carpe (P12). Pengalaman bertarung ketat di grup ini bakal jadi kunci penting bagi Veda sejak lap pertama.

    Starting Grid Moto3 Mugello (Minggu, 31 Mei 2026)

    Berikut adalah susunan lengkap baris start untuk Race Day besok sebagai panduan kamu menonton aksi Veda Ega:

    Pos No Pembalap Tim / Motor
    1 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    2 13 Hakim Danish Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    3 66 Joel Kelso Gryd – MLav Racing (Honda)
    4 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo (KTM)
    5 54 Jesús Ríos Rivacold Snipers Team (Honda)
    6 78 Joel Esteban LevelUp – MTA (KTM)
    7 64 David Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    8 97 Marco Morelli CFMoto Aspar Team (KTM)
    9 31 Adrián Fernández Leopard Racing (Honda)
    10 19 Scott Ogden CIP Green Power (KTM)
    11 6 Ryusei Yamanaka Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    12 83 Álvaro Carpe Red Bull KTM Ajo (KTM)
    13 9 Veda Pratama Honda Team Asia (Honda)
    14 8 Eddie O’Shea Gryd – MLav Racing (Honda)
    15 28 Máximo Quiles CFMoto Aspar Team (KTM)
    16 73 Valentín Perrone Red Bull KTM Tech3 (KTM)
    17 18 Matteo Bertelle LevelUp – MTA (KTM)
    18 14 Cormac Buchanan Code Motorsports (KTM)


    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Prediksi Balapan: Kelas Moto3 selalu menyuguhkan drama hingga tikungan terakhir. Dengan modal posisi start ke-13, Veda Ega Pratama punya semua modal yang dibutuhkan untuk memberikan kejutan di Mugello besok. Mari kita dukung penuh local hero kita agar bisa mengibarkan Merah Putih!

  • Hasil Q2 Moto3 Italia 2026: David Almansa Sabet Pole Position, Veda Pratama Mengintai dari P13

    Hasil Q2 Moto3 Italia 2026: David Almansa Sabet Pole Position, Veda Pratama Mengintai dari P13

    SKORAKHIR.COM, MUGELLO – Tensi tinggi langsung menyelimuti Sirkuit Mugello dalam sesi Kualifikasi Kedua (Q2) Moto3 Grand Prix Italia 2026, Sabtu (30/5/2026). Pembalap andalan Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Almansa, sukses mengunci posisi start terdepan (pole position) setelah mencatatkan waktu lap fantastis di detik-detik terakhir sesi.

    Almansa mencetak waktu putaran terbaik 1 menit 54,862 detik demi mengamankan grid terdepan pada balapan hari Minggu esok. Sesi kualifikasi ini menyajikan drama time attack yang sangat ketat, di mana selisih waktu antarpembalap di barisan depan sangat tipis.

    Kejutan Hakim Danish dan Joel Kelso di Baris Depan

    David Almansa tidak melenggang sendirian dengan mudah. Pembalap muda berbakat asal Malaysia, Hakim Danish, yang bernaung di bawah bendera Aeon Credit – MT Helmets – MSi, tampil luar biasa impresif sepanjang sesi. Pembalap serumpun kita ini sukses mengamankan posisi start kedua (P2) setelah sempat memimpin catatan waktu di pertengahan sesi.

    Melengkapi baris depan (front row), ada pembalap asal Australia, Joel Kelso (Gryd – MLav Racing), yang berhasil mengamankan tempat ketiga (P3) menggunakan mesin pacuan Hondanya.

    Di baris kedua, pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, akan memimpin dari posisi ke-4, diikuti oleh Jesús Ríos (Rivacold Snipers Team) di posisi ke-5, dan Joel Esteban di urutan ke-6.

    Sementara itu, salah satu pembalap favorit tuan rumah, David Muñoz, harus puas mengawali balapan dari barisan ketiga (P7). Muñoz gagal memaksimalkan putaran terakhirnya setelah terjebak kepadatan lalu lintas pembalap lain (traffic) di sektor pamungkas Mugello yang mengalir cepat.

    <p>[AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Peluang Comeback Veda Pratama dari Baris Kelima (P13)

    Kabar menarik datang dari pembalap masa depan Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah melalui perjuangan dramatis sejak sesi latihan bebas hari Jumat, pembalap andalan Honda Team Asia ini akan memulai balapan utama esok hari dari posisi ke-13 (P13) atau baris kelima.

    Memulai balapan dari baris kelima di sirkuit sepanjang 5,2 km ini bukanlah akhir dari segalanya. Karakter sirkuit Mugello yang legendaris justru sangat mendukung aksi comeback. Lintasan lurus utama (main straight) Mugello yang membentang sepanjang 1,1 kilometer adalah surga bagi para pembalap yang andal memanfaatkan teknik slipstream (memanfaatkan aliran angin di belakang motor pembalap lain untuk menambah kecepatan).

    Dengan modal sejarah manis sapu bersih kemenangan ganda (double victory) di sirkuit ini saat masih berlaga di Red Bull Rookies Cup tahun lalu, serta catatan podium bersejarah yang ia raih sebagai rookie di Brasil musim ini, Veda diprediksi akan langsung agresif sejak lap pertama untuk merangsek masuk ke zona poin dan barisan depan.

    STARTING GRID RACE DAY MOTO3 MUGELLO 2026 (Top 18)

    Berikut adalah susunan posisi start resmi hasil kualifikasi Q2 Moto3 Italia 2026 untuk balapan hari Minggu, 31 Mei 2026:

    Pos No Pembalap Tim / Motor
    1 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    2 13 Hakim Danish Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    3 66 Joel Kelso Gryd – MLav Racing (Honda)
    4 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo (KTM)
    5 54 Jesús Ríos Rivacold Snipers Team (Honda)
    6 78 Joel Esteban LevelUp – MTA (KTM)
    7 64 David Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
    8 97 Marco Morelli CFMoto Aspar Team (KTM)
    9 31 Adrián Fernández Leopard Racing (Honda)
    10 19 Scott Ogden CIP Green Power (KTM)
    11 6 Ryusei Yamanaka Aeon Credit – MT Helmets – MSi (KTM)
    12 83 Álvaro Carpe Red Bull KTM Ajo (KTM)
    13 9 Veda Pratama Honda Team Asia (Honda)
    14 8 Eddie O’Shea Gryd – MLav Racing (Honda)
    15 28 Máximo Quiles CFMoto Aspar Team (KTM)
    16 73 Valentín Perrone Red Bull KTM Tech3 (KTM)
    17 18 Matteo Bertelle LevelUp – MTA (KTM)
    18 14 Cormac Buchanan Code Motorsports (KTM)

    <p>[AFFILIATE name=”AHRS GLOVES – AHRS Gloves Black Hux – Touch Screen Compatible” price=”Rp 265.000.” url=”https://s.shopee.co.id/7VDMhfEWJi?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/sg-11134201-824i3-me57p42s7vnoa7.webp” platform=”Shopee”]</p>

    Catatan: Balapan utama Moto3 Italia 2026 (18 Lap) akan dilangsungkan pada hari Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 16.00 WIB.

  • ‘Menggendong’ Honda Team Asia: Tiket Q2 Dramatis Veda Ega Pratama dan Magis Mugello

    ‘Menggendong’ Honda Team Asia: Tiket Q2 Dramatis Veda Ega Pratama dan Magis Mugello

    SKORAKHIR.COM – Harapan besar kini berada di pundak pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah sempat terseok-seok pada sesi awal, pembalap berjuluk The Rocket Boy tersebut sukses menunjukkan aksi penyelamatan gemilang di detik-detik terakhir sesi Practice Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026) untuk mengamankan tiket lolos langsung ke Kualifikasi 2 (Q2).

    Lompatan posisi yang diraih Veda tidak hanya menyelamatkan mukanya setelah hasil buruk di Catalunya, tetapi juga membuktikan peran vitalnya sebagai tulang punggung utama skuad Honda Team Asia yang dimanajeri oleh legenda balap, Hiroshi Aoyama.

    Drama Detik Terakhir: Dari P22 Melesat ke 10 Besar

    Jalannya sesi Practice pertama Moto3 di Mugello bukanlah perkara mudah bagi Veda. Sejak awal sesi, ia tampak kesulitan menemukan kecocokan setup motor Honda NSF250RW miliknya dengan aspal Mugello yang menuntut kestabilan tinggi di kecepatan ekstrem.

    Veda bahkan sempat terjebak di barisan belakang, berputar-putar di kisaran posisi ke-20 dan sempat melorot hingga peringkat ke-22. Dengan sisa waktu yang makin menipis, bayang-bayang kegagalan lolos langsung ke Q2—seperti yang ia alami pada seri sebelumnya di Barcelona-Catalunya—mulai membayangi.

    Namun, mentalitas The Rocket Boy berbicara di momen kritis. Saat bendera kotak-kotak kuning-hitam hampir dikibarkan, Veda melakukan time attack pamungkas yang sangat agresif. Melalui perhitungan angin (slipstream) yang presisi di trek lurus Mugello sepanjang 1,1 km, Veda berhasil mencatatkan waktu lap fantastis 1 menit 56,305 detik.

    Catatan waktu tersebut seketika melontarkannya dari P22 langsung ke posisi kesembilan (P9) di hasil akhir Practice. Selisih waktunya pun sangat tipis, hanya terpaut 0,493 detik dari sang pembalap tercepat, Scott Ogden. Keberhasilan menembus 14 besar ini memastikan Veda lolos otomatis ke Q2 tanpa harus melalui babak Q1 yang melelahkan.

    ‘Menggendong’ Honda Team Asia dan Magis Mugello

    Performa heroik Veda sekali lagi menegaskan statusnya sebagai penyelamat tim. Di saat rekan setimnya di Honda Team Asia masih berjuang keras mencari kecepatan dasar di barisan belakang, Veda kembali ‘menggendong’ tim ini sendirian agar tetap kompetitif di papan atas grid kejuaraan dunia.

    Sirkuit Mugello sendiri sebenarnya bukan sirkuit asing bagi pembalap asal Gunungkidul ini. Lintasan ini menyimpan memori yang sangat manis dalam karier balapnya. Pada musim lalu, saat masih berkompetisi di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda tampil sangat dominan di Mugello dengan melakukan sapu bersih kemenangan (double victory). Karakter sirkuit yang mengalir deras (flowing) dan cepat tampaknya sangat cocok dengan gaya balap Veda yang rapi namun berani menembus limit.

    Evaluasi Hiroshi Aoyama Jelang Kualifikasi

    Meskipun Veda berhasil lolos ke Q2 dengan cara yang dramatis, manajemen tim menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar performa The Rocket Boy bisa konsisten sejak lap pertama hingga bendera finis dikibarkan pada balapan hari Minggu nanti.

    Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa fokus utama kru mekanik saat ini adalah memberikan paket motor yang lebih stabil untuk kualifikasi dan jarak balapan penuh (race distance).

    “Untuk Veda, kami ingin meningkatkan konsistensi kecepatannya dan terus menyempurnakan pengaturan motor menjelang kualifikasi dan balapan,” tutur Hiroshi Aoyama melalui rilis resmi tim.

    Jadwal Sisa Moto3 Italia 2026 (WIB)

    Berikut adalah jadwal krusial perebutan posisi start dan balapan utama di Sirkuit Mugello:

    Sabtu, 30 Mei 2026

    • 17.45 – 18.00 WIB: Kualifikasi 1 (Q1)
    • 18.10 – 18.25 WIB: Kualifikasi 2 (Q2) – Aksi Veda Ega Pratama

    Minggu, 31 Mei 2026

    • 16.00 WIB: Balapan Utama Moto3 (18 Lap)

    Dengan bekal kenangan manis sapu bersih tahun lalu dan kepastian start dari posisi strategis melalui Q2, mari kita dukung penuh perjuangan Veda Ega Pratama untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Mugello!

    Untuk para penggemar balap yang ingin merasakan semangat lintasan, keamanan adalah yang utama. Pastikan kepala Anda terlindungi dengan helm berkualitas tinggi yang memberikan perlindungan maksimal sekaligus tampilan gaya para juara.

    [AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]

  • Amankan Tiket Q2! Veda Ega Pratama Siap Berburu Posisi Start Terbaik di Moto3 Italia 2026

    Amankan Tiket Q2! Veda Ega Pratama Siap Berburu Posisi Start Terbaik di Moto3 Italia 2026

    SKORAKHIR.COM – Kabar gembira datang dari panggung Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dipastikan lolos langsung ke sesi Kualifikasi 2 (Q2) Moto3 Italia 2026 yang akan berlangsung pada Sabtu (30/5/2026).

    Keberhasilan ini menjadi modal yang sangat krusial bagi Veda untuk mengamankan posisi start terbaik menjelang balapan utama pada hari Minggu. Di kelas Moto3 yang terkenal sangat rapat, memulai balapan dari barisan depan adalah kunci penting untuk menghindari kerumunan pembalap di tikungan pertama.

    Lompatan Performa Fantastis Sejak Hari Jumat

    Tiket otomatis ke Q2 ini berhasil diraih Veda berkat penampilan kompetitifnya pada sesi Practice hari Jumat (29/5/2026). Performa Veda menunjukkan grafik perkembangan yang luar biasa jika dibandingkan dengan sesi latihan bebas pertama (FP1).

    Pada sesi pembuka FP1, pembalap andalan Honda Team Asia asal Gunungkidul ini sempat kesulitan menemukan ritme terbaiknya di sirkuit cepat Mugello dan harus tercecer di posisi ke-20.

    Namun, evaluasi cepat yang dilakukan bersama tim mekanik membuahkan hasil manis pada sesi berikutnya. Veda berhasil memangkas catatan waktunya secara signifikan, menembus posisi 10 besar, dan mengakhiri sesi di peringkat kesembilan. Catatan waktu terbaiknya hanya terpaut 0,493 detik dari pembalap tercepat, Scott Ogden.

    Keuntungan Lolos Langsung ke Q2

    Finis di posisi kesembilan pada sesi Practice gabungan membuat Veda berhak mendapatkan tiket lolos langsung ke Q2 tanpa harus kelelahan bertarung di Q1 terlebih dahulu. Ini adalah keuntungan fisik dan mental yang besar, mengingat suhu udara di Mugello akhir pekan ini cukup menguras tenaga.

    Kini, fokus penuh Veda adalah menjaga konsistensi performa motornya di sesi Q2. Jika ia mampu mengeksploitasi kecepatan motor Hondanya dengan maksimal, peluang untuk memulai balapan dari barisan depan (Front Row) terbuka sangat lebar.

    Jadwal Sisa Moto3 Italia 2026 (WIB)

    Bagi para pencinta motorsport di tanah air, berikut adalah jadwal lengkap sesi kualifikasi dan balapan utama Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello:

    Sabtu, 30 Mei 2026

    • 17.45 – 18.00 WIB: Kualifikasi 1 (Q1)
    • 18.10 – 18.25 WIB: Kualifikasi 2 (Q2) – Aksi Veda Ega Pratama

    Minggu, 31 Mei 2026

    • 16.00 WIB: Balapan Utama Moto3 (18 Lap)

    Mari kita kirimkan doa dan dukungan terbaik agar Veda Ega Pratama mampu tampil maksimal di sesi kualifikasi malam nanti dan meraih hasil podium pada balapan hari Minggu!

    Untuk para penggemar balap yang ingin merasakan semangat lintasan, keamanan adalah yang utama. Pastikan kepala Anda terlindungi dengan helm berkualitas tinggi yang memberikan perlindungan maksimal sekaligus tampilan gaya para juara.

    [AFFILIATE name=”Helm Full Face RX7 SNI / Marquez White dengan harga” price=”Rp 285.000.” url=”https://s.shopee.co.id/3g0e7OQx9O?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98o-llczuglc6bor53@resize_w900_nl.webp” platform=”Shopee”]

  • Sengit di Mugello! Veda Ega Pratama Tempati P21 di FP2 Moto3 Italia 2026

    Sengit di Mugello! Veda Ega Pratama Tempati P21 di FP2 Moto3 Italia 2026

    Sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) Moto3 Italia 2026 di Sirkuit ikonik Mugello, Sabtu (30/5/2026), menjadi bukti betapa brutalnya persaingan di kelas ringan kejuaraan dunia. Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengakhiri sesi di posisi ke-21 setelah melewati drama fluktuasi catatan waktu yang sangat ketat hingga menit-menit terakhir.

    Mugello yang terkenal dengan trek lurus panjang dan rangkaian tikungan cepat (high-speed corners) menuntut presisi tingkat tinggi serta strategi slipstream yang cerdas. Veda sebenarnya mengawali sesi dengan modal dan sinyal yang sangat menjanjikan.

    Sempat Tembus 10 Besar di Awal Sesi

    Pada paruh pertama sesi, Veda yang mengendarai motor Honda milik Honda Team Asia tampil impresif dan langsung menemukan ritmenya. Pembalap asal Gunungkidul ini sempat merangsek naik ke posisi ke-11.

    Tak butuh waktu lama, Veda kembali mempertajam catatan waktunya dan sukses mendobrak barisan 10 besar dunia. Performa impresif di awal sesi ini menunjukkan bahwa baseline setup motor Veda sebenarnya sudah berada di jalur yang benar untuk menaklukkan sirkuit sepanjang 5,2 kilometer ini.

    Duel Ketat Serumpun dengan Hakim Danish

    Namun, karakteristik Moto3 yang selalu menyajikan traffic padat membuat posisi pembalap sangat dinamis. Saat sesi menyisakan 12 menit, posisi Veda perlahan melorot hingga ke peringkat 17. Di saat yang sama, rival serumpunnya asal Malaysia, Hakim Danish, merangkak naik ke posisi ke-12.

    Ketegangan meningkat memasuki tujuh menit terakhir. Veda melakukan push kembali untuk memperbaiki torehan waktunya. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan melesatnya Veda ke posisi ke-13, tepat berada di depan Hakim Danish.

    Aksi saling balas posisi antara dua talenta Asia ini terus berlanjut hingga lima menit menjelang bubar. Hakim Danish sempat menyodok ke urutan ke-11 sebelum kembali melorot ke P13. Sementara itu, Veda yang terjebak di tengah kepadatan pembalap lain kembali kehilangan momentum dan turun ke peringkat ke-16.

    Menit Akhir yang Chaos, Alvaro Carpe Tercepat

    Saat bendera chequered dikibarkan menandakan sesi berakhir, strategi time attack massal dari para pembalap veteran merubah total peta papan waktu. Veda Ega Pratama harus puas mengakhiri FP2 di posisi ke-21, sedangkan Hakim Danish berada sedikit di depannya di urutan ke-17.

    Di barisan terdepan, pembalap muda Spanyol, Alvaro Carpe, keluar sebagai yang tercepat. Carpe merebut posisi pertama secara dramatis di dua menit terakhir dengan torehan waktu fantastis 1 menit 55,052 detik. Posisi kedua ditempati oleh Ruche Moodley, sementara pembalap asal Finlandia, Rico Salmela, melengkapi urutan tiga besar.

    Meskipun harus start analisis dari P21 di sesi FP2 ini, peluang Veda masih terbuka lebar. Sesi kualifikasi esok hari akan menjadi penentu sejati, dan sejarah membuktikan bahwa Veda adalah tipe pembalap yang selalu mampu melakukan comeback luar biasa saat balapan utama.

    [AFFILIATE name=”Sarung Tangan Kulit Bikers Roadrace Sunmori Kulit Domba” price=”Rp 225.000.” url=”https://s.shopee.co.id/4LGHCVfdjR?share_channel_code=1″ image=”https://down-id.img.susercontent.com/file/id-11134207-7r98p-lzya1mw69zha37.webp” platform=”Shopee”]